top of page

Sustainability Brand Fashion di Indonesia: Benarkah Semua Mendukung Keberlanjutan atau Hanya Branding?

  • Writer: Cultural Threads
    Cultural Threads
  • Dec 19, 2025
  • 9 min read

Saat ini, kesejahteraan lingkungan sudah mulai terancam dikarenakan adanya praktik tidak bertanggung jawab dari berbagai industri, yang salah satunya adalah industri fashion. Praktik tidak bertanggung jawab dari industri fashion umumnya dilakukan oleh brand fashion, yang mana brand tersebut menekankan pada proses produksi  dan sirkulasi pemasaran yang cepat. Hal tersebut tentunya sangat merugikan lingkungan dikarenakan sirkulasi yang cepat pastinya akan mendorong terjadinya perubahan tren fashion dalam jangka waktu yang singkat. 


Perubahan tren secara cepat pasti akan mendorong terjadinya praktik konsumtif sehingga akan adanya pakaian yang tidak terpakai dan akhirnya menjadi limbah. Apabila beribu orang melakukan hal yang sama, tidak dapat dibayangkan seberapa besar limbah yang dihasilkan dan inilah yang menjadi concern bagi para aktivis lingkungan karena dapat mengancam keberlanjutan lingkungan. Selain itu, fast fashion juga tidak terlepas dalam memberikan dampak negatif bagi kesejahteraan sosial. Hal tersebut dikarenakan proses produksi yang cepat akan mendorong terjadinya eksploitasi buruh, terlihat dari adanya tekanan yang mengharuskan para buruh bekerja melampaui jam yang seharusnya dikarenakan harus mengejar target produksi.


Banyak sekali kasus yang telah tersebar di media sosial bahwa para buruh yang bekerja di brand fast fashion seringkali tidak dihargai kinerjanya, yang mana upah yang diperoleh tidak sesuai dengan kontribusi yang diberikan. Hal tersebut yang juga menjadi concern dan perjuangan para aktivis sosial untuk mengembalikan hak-hak yang seharusnya dimiliki oleh para buruh. Maka dari itu, perlu adanya tindakan yang bertanggung jawab dari industri fashion dalam mengatasi dampak negatif tersebut. Kehadiran berbagai sustainability fashion brand atau brand fashion yang ramah lingkungan menjadi bentuk tanggung jawab industri fashion terhadap kerugian yang selama ini ditimbulkan. Saat ini, Indonesia juga sudah mulai memiliki brand fashion yang sadar dan mendukung keberlanjutan.


Sejauh Mata Memandang


One of Sejauh Mata Memandang Collection, Larung. This product representing harmony of our life and water environment (Instagram @sejauh_mata_memandang)
One of Sejauh Mata Memandang Collection, Larung. This product representing harmony of our life and water environment (Instagram @sejauh_mata_memandang)

Brand fashion yang hadir sejak tahun 2014 dan telah mendapatkan berbagai pencapaian dari konsep sustainability fashion yang menjadi fokus utama brand tersebut. Konsep sustainability fashion bukan hanya sekedar klaim, melainkan benar adanya, yang mana Sejauh Mata Memandang hanya meluncurkan produk baru selama 2 kali dalam setahun. Menunjukkan bahwa brand ini mengusung konsep slow fashion, yang menjadi kriteria utama dari sustainable fashion. Selain itu, konsep sustainability fashion dari brand tersebut bukan hanya didasarkan dari material yang digunakan, melainkan juga dari pihak yang terlibat. 

Kriteria

Penilaian

Produksi yang sadar 

10

Material yang ramah lingkungan 

10

Desain yang berkelanjutan (berjangka panjang)

9

Desain bertema alam dan sosial

10

Teknik produksi yang etis 

10

Kondisi kerja yang layak

9

Total

58

Dari kriteria yang telah ditetapkan, menunjukkan bahwa Sejauh Mata Memandang merupakan brand fashion yang benar menerapkan konsep sustainability fashion. Hal tersebut terbukti dari praktik operasionalnya, yang mana hanya aktif meluncurkan produk baru sebanyak 2 kali dalam setahun, menandakan bahwa brand ini lebih memilih untuk berfokus pada kualitas dibandingkan kuantitas serta juga menunjukkan bahwa suasana kerja yang dibangun oleh brand tersebut tidak penuh akan tekanan. Selain itu, material dari seluruh produk juga didasarkan dari hasil daur ulang yang mana diperoleh dari komunitas yang menjadi distributor pakaian tidak terpakai, Rekosistem. Tidak hanya dari mendaur ulang, material yang digunakan oleh brand tersebut adalah bahan-bahan yang alami seperti kayu secang, biji kemiri, kain tenun. Tidak hanya memperhatikan material yang digunakan, bahkan brand Sejauh Mata Memandang juga memikirkan konsep teknik produksinya, yang mana masih dilakukan dengan teknik tradisional dan menghindari penggunaan mesin seperti masih menenun, menyulam, dan mencanting. 


Dalam proses produksinya yang masih mengutamakan konsep tradisional, Sejauh Mata Memandang berkolaborasi dengan ibu-ibu pengrajin lokal untuk turut berkontribusi sehingga nilai tradisional produknya dapat tetap menonjol. Tentunya, brand juga menyediakan pelatihan bagi pengrajin lokal tersebut sehingga dapat meningkatkan kompetensinya; sekaligus kolaborasi ini juga ditujukan untuk memberdayakan secara ekonomi. Selain itu, praktik brand Sejauh Mata Memandang ini bukan hanya semata-mata karena pengrajin tersebut bekerja dengan mereka; melainkan sebagai upaya brand untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, yang mana dengan adanya kompetensi baru yang diperoleh dapat membuat para pengrajin membuka usaha sehingga dapat meningkatkan penghasilannya. 


Setiap desain produk dari brand Sejauh Mata Memandang tidak hanya indah secara visual melainkan juga kaya akan makna. Ditandai dari seluruh produknya yang mengangkat tentang alam dan sosial, seperti salah satu konsep produknya “Larung” yang terinspirasi dari ekosistem laut yang sangat berharga dan harus dijaga karena sangat berkaitan erat dengan kehidupan manusia. Menunjukkan bahwa produknya dibuat dengan tujuan untuk mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi menjaga keberlanjutan alam. Umumnya, masyarakat memiliki pemikiran bahwa brand fashion yang sustainable pasti akan meluncurkan produk yang kuno dan tidak cocok untuk dipakai generasi muda, namun Sejauh Mata Memandang menentang stereotip tersebut. Ditandai dari desain produknya yang masih sesuai dengan gaya generasi muda dan dapat dipakai dalam kehidupan sehari-hari hingga ketika sedang liburan; dan masih tetap sekaligus menjaga lingkungan karena didasarkan dari materialnya yang bersifat ramah lingkungan. 


Kana Goods


Local Fashion Brand that all of their material is organic, even until the dye is also from natural one (Instagram @kanagoods)
Local Fashion Brand that all of their material is organic, even until the dye is also from natural one (Instagram @kanagoods)

Merupakan brand fashion yang berinovasi dengan konsep sustainability dalam produknya. Brand fashion ini dibentuk dengan didasarkan pada tujuannya yang berupa untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap masalah lingkungan yang seringkali disebabkan oleh praktik tidak bertanggung jawab industri fashion. Kana Goods sendiri ingin memberikan hal yang berbeda, yang mana menginginkan kehadirannya dapat memberikan manfaat bagi lingkungan. Tujuan inilah yang mendasari Sancaya Rini, pendiri dari Kana Goods. Sancaya Rini mengharapkan dengan dibangunnya Kana Goods ini dapat membuat konsep slow fashion semakin populer, mengingat saat ini fast fashion yang sangat mendominasi. Konsep sustainability dari Kana Goods adalah berfokus pada penggunaan bahan pewarna yang alami. Dominasi produk dari Kana Goods memiliki unsur budaya lokal Indonesia, yaitu batik dikarenakan Sancaya Rini ingin sekaligus mempromosikan kebudayaan Indonesia hingga ke mancanegara.


Kriteria

Penilaian

Produksi yang sadar 

10

Material yang ramah lingkungan 

10

Desain yang berkelanjutan (berjangka panjang)

10

Desain bertema alam dan sosial

10

Teknik produksi yang etis 

10

Kondisi kerja yang layak

10

Total

60

Berdasarkan kriteria ini, terlihat bahwa benar adanya jika Kana Goods merupakan brand fashion yang mendukung keberlanjutan. Penilaian tersebut bukan semata-mata tanpa riset, melainkan sudah didasarkan pada observasi di media sosial serta pemberitaan tentang Kana Goods di platform berita online. Brand ini dinyatakan mengusung konsep yang sustainable dapat dilihat dari proses operasionalnya. Produk fashion dari Kana Goods ini didominasi dengan batik, yang dipengaruhi oleh ketertarikan dan kemampuan pemiliknya dalam membatik. Dalam proses produksi, Kana Goods menggunakan jasa dari para pengrajin lokal sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat lokal, jadi dapat dinyatakan bahwa Kana Good ini menjadi wadah para pengrajin lokal untuk menyalurkan kemampuan dan menghasilkan karya yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat luas. Selain itu, juga sekaligus untuk meningkatkan perekonomian. 


Kana Goods juga selalu berusaha untuk menciptakan praktik produksi yang adil, yaitu tidak menekan para pengrajin untuk harus memproduksi dalam jumlah yang banyak karena Sancaya Rini mengetahui bahwa proses produksi mereka masih dilakukan secara manual, sehingga pastinya membutuhkan waktu yang lama untuk memproduksi 1 produk. Maka dari itu, produk Kana Goods tidak sebanyak itu. Kana Goods selalu berusaha memberikan produk yang berkualitas baik, yang mana materialnya didasarkan pada bahan-bahan yang alami, organik. Dikarenakan produk Kana Goods berfokus pada batik, maka konsep keberlanjutan produknya terlihat dari pewarna yang digunakan, yaitu berasal dari ekstraksi tanaman. Bukan hanya materialnya saja yang didasarkan pada lingkungan, melainkan desainnya juga. Model desain dari produk Kana Goods umumnya terinspirasi dari daun, bunga; yang ditujukan agar ketika masyarakat memakai produk fashion dari Kana Goods, dapat mendorong mereka untuk lebih peduli pada lingkungan dan budaya lokal. 


Sare/Studio


One of Sare/Studio's design product that really eye-catching. This design is inspired from Traditional Minangkabau culture. Looks like Sare/Studio's products are really comfortable and elegant (Instagram @sarestudio)
One of Sare/Studio's design product that really eye-catching. This design is inspired from Traditional Minangkabau culture. Looks like Sare/Studio's products are really comfortable and elegant (Instagram @sarestudio)

Salah satu brand fashion yang dapat dinyatakan aktif melakukan kampanye tentang sustainability. Brand ini sedikit berbeda dengan brand fashion lainnya, yang mana brand ini bukan berfokus pada pakaian yang dapat dipakai main atau untuk datang ke occasion tertentu. Sare/Studio ini lebih berfokus pada produksi piyama, pakaian santai, dan pakaian dalam. Brand ini juga memiliki segmentasi produk yang lebih luas, yaitu bisa untuk laki-laki, anak-anak, walaupun umumnya lebih ditujukan untuk wanita. Brand ini disebut sebagai brand fashion yang sustainability karena adanya pernyataan bahwa material produk ini berasal dari hasil alam yang diolah dengan teknik yang memperhatikan kesejahteraan alam. 


Kriteria

Penilaian

Produksi yang sadar 

10

Material yang ramah lingkungan 

10

Desain yang berkelanjutan (berjangka panjang)

10

Desain bertema alam dan sosial

8

Teknik produksi yang etis 

10

Kondisi kerja yang layak

10

Total

58

Didasarkan dari kriteria ini, kita dapat melihat bahwa Sare/Studio merupakan brand fashion yang mengusung konsep sustainability. Hal ini terlihat dari media sosialnya yang menampilkan berbagai produk fashion disertai dengan adanya pernyataan materialnya bahwa mereka menggunakan bahan-bahan yang alami, dapat didaur ulang seperti rayon dan kain katun yang elastis. Selain materialnya yang ramah lingkungan, Sare/Studio juga menekankan bahwa proses produksi mereka dilakukan dengan teknik yang berkelanjutan pula sebagai bentuk kepeduliannya terhadap lingkungan. Penilaian sustainability ini bukan hanya sekedar klaim subjektif, yang mana Sare/Studio bahkan sudah menerima sertifikasi dari EU Ecolabel bahwa mereka telah memenuhi standar sebagai brand fashion yang mendukung keberlanjutan lingkungan. EU Ecolabel menyatakan bahwa pemahaman tentang keberlanjutan dari brand Sare/Studio ini terlihat dari proses produksi dengan material yang organik, proses distribusi, hingga ke proses pembuangan limbahnya. 


Selain itu, sama dengan brand sustainability fashion lainnya, produk fashion Sare/Studio juga merupakan hasil dari kerajinan masyarakat lokal. Ini menjadi upaya brand untuk memberdayakan, membantu meningkatkan kualitas kehidupan mereka. Tujuan dari Sare/Studio adalah untuk meningkatkan standar di industri fashion, yang mana bukan hanya mementingkan keuntungan melainkan lebih berfokus untuk memberikan produk yang berkualitas tinggi dan bisa memberikan dampak positif bagi kesejahteraan alam. Brand ini juga menekankan pada proses produksi yang etis yaitu mereka hanya memproduksi dalam jumlah yang secukupnya karena mereka sangat memikirkan tentang kualitas produknya. Sare/Studio lebih memilih untuk menekankan pada kualitasnya dibandingkan kuantitas. 


Osem


Osem, one of Indonesia fashion brand that is really unique. Not just clothes, but they also provide mask with all-natural material (Instagram @_osem)
Osem, one of Indonesia fashion brand that is really unique. Not just clothes, but they also provide mask with all-natural material (Instagram @_osem)

Osem adalah brand fashion yang berfokus pada produk berupa pakaian, masker, dan kain tie dye. Brand ini cukup unik karena bahkan mereka memproduksi masker, yang mana ini sangat jarang dilakukan dan dimiliki oleh brand fashion lainnya. Brand Osem ini termasuk dalam brand fashion lokal yang memiliki konsep sustainability karena setiap proses produksinya selalu menekankan pada keramahan bagi lingkungan dan sosial. Osem sendiri hadir dengan konsepnya yang bukan hanya ramah lingkungan, tapi juga zero-waste. Jadi, brand ini bukan hanya menekankan pada penggunaan material yang aman bagi lingkungan, melainkan juga untuk meminimalisir limbah yang ada di lingkungan. 


Kriteria

Penilaian

Produksi yang sadar 

10

Material yang ramah lingkungan 

10

Desain yang berkelanjutan (berjangka panjang)

10

Desain bertema alam dan sosial

8

Teknik produksi yang etis 

10

Kondisi kerja yang layak

10

Total

58

Penilaian ini bukan sekedar penilaian subjektif, melainkan sudah didasarkan pada riset terhadap produk dari Osem. Dalam platform online, terdapat pemberitaan tentang Osem yang didasarkan dari hasil wawancara dengan pemiliknya sehingga dapat dibuktikan kredibilitas penilaian ini. Selain itu, saya juga melakukan penilaian dengan melihat desain, material dari brand ini yang ditampilkan melalui media sosialnya. Desain dari brand Osem ini kebanyakan dari corak hasil tie-dye, yang mana pewarna yang digunakan juga bukan sembarang pewarna; melainkan merupakan pewarna alami yang dihasilkan dari tanaman Indigofera Tinctoria jadi dapat dipastikan bahwa produk mereka ini sangat ramah lingkungan dan tidak menyebabkan polusi air. Material produk dari brand ini juga menggunakan kain katun, linen, rami, dan serat alami lainnya sehingga produk mereka dapat dipastikan mudah untuk diurai dan tidak menyebabkan penumpukan limbah. 


Selain itu, konsep zero-waste yang menjadi fokus dari brand ini terlihat dari cara mereka yang meminimalkan limbah dengan menerapkan sistem daur ulang, yaitu apabila terdapat sisa kain, mereka akan menciptakan produk baru yang berukuran kecil. Jadi, brand ini memastikan bahwa tidak akan ada sisa kain yang tidak terpakai, mereka akan selalu mengusahakan agar setiap sisa kain digunakan dengan baik dan juga setiap produk mereka tidak digunakan resleting dan kancing berbahan plastik sebagai upaya mereka untuk meminimalisir limbah. Dengan cara produksi seperti ini, Osem mengharapkan bahwa produk mereka apabila sudah dibuang oleh masyarakat, dapat terurai secara alami. Selain itu, brand Osem juga memastikan bahwa mereka melakukan fair trade yaitu praktik produksi yang etis, yang mana mereka selalu memberikan upah yang sesuai dengan kinerja para karyawannya. Jadi, komitmen keberlanjutan yang dilakukan oleh Osem bukan hanya tentang alam, melainkan juga sosial. 


Seratus Kapas


Seratus Kapas serves stylish, comfortable look but with the good quality and support sustainable life (Instagram @seratuskapas)
Seratus Kapas serves stylish, comfortable look but with the good quality and support sustainable life (Instagram @seratuskapas)

Brand fashion ini telah ada sejak tahun 2015, dan termasuk dalam brand sustainable fashion di Indonesia. Konsep sustainability ini terlihat dari material yang digunakan serta proses produksinya. Produksi brand ini bukan hanya berfokus pada alam, melainkan juga sosial; yang mana setiap proses produksinya tidak menggunakan bahan kimia untuk memastikan keamanan lingkungan dan para pekerjanya.


Kriteria

Penilaian

Produksi yang sadar 

10

Material yang ramah lingkungan 

10

Desain yang berkelanjutan (berjangka panjang)

8

Desain bertema alam dan sosial

8

Teknik produksi yang etis 

10

Kondisi kerja yang layak

10

Total

56

Dengan kriteria ini, kita bisa mengetahui seberapa sustainability brand Seratus Kapas ini. Produk dari Seratus Kapas berasal dari kain katun, linen dengan dicelupkan dalam pewarna alami untuk menjaga keamanan para karyawan serta alam. Brand ini juga selalu memperhatikan sifat dari bahan yang mereka gunakan dan memastikan bahwa sifat tersebut cocok untuk dibuat model yang diinginkan. Hal tersebut juga dipikirkan oleh Seratus Kapas karena mereka ingin produknya nanti tidak cepat rusak dan tahan lama. Ini juga sebagai salah satu bentuk dukungan mereka terhadap lingkungan. Dalam proses produksinya, brand ini melakukan kolaborasi dengan pengrajin lokal yang memiliki pengalaman dalam proses produksi yang masih tradisional karena Seratus Kapas sangat berusaha untuk tidak menggunakan mesin dalam produksinya, sebagai bentuk untuk meminimalisir polusi udara. Melalui produknya, Seratus Kapas juga berkomitmen untuk mengajak, mengedukasi masyarakat tentang nilai-nilai keberlanjutan dan bila dilihat di media sosial, brand ini juga ada memberikan tips untuk merawat pakaian agar tidak mudah rusak sehingga masyarakat tidak perlu selalu membeli pakaian. 


Sustainability: Apakah Semua Brand Menunjukkan Komitmennya atau Sekedar Klaim?

Dari brand-brand lokal di atas, konsep sustainability mereka bukan hanya sekedar klaim melainkan benar terlihat dalam praktik operasionalnya. Hanya saja yang membedakan adalah tingkatan komitmen keberlanjutan yang sudah dilakukan. Berdasarkan penilaian, komitmen keberlanjutan yang paling tinggi adalah brand Kana Goods dengan total 60 poin, yang mana seluruh kriteria penilaian telah dipenuhi dan terlihat dalam praktik brand ini, dimulai dari material, proses produksi, hingga perlakuan terhadap para pekerjanya. Disusul oleh brand Sejauh Mata Memandang, Osem, dan Sare/Studio dengan 58 poin. Komitmen keberlanjutan terendah adalah brand Seratus Kapas karena sedikit lemah dalam desainnya yang mana tidak terlihat adanya konsep keberlanjutan .

Comments


Top Stories

  • Instagram
  • Facebook
  • Twitter

© 2023 by Sosiologi Fashion. All rights reserved. Powered by NFashionews

bottom of page