Lima Brand Fashion di Indonesia: Menunjukan Kepeduliannya terhadap Lingkungan
- Cultural Threads
- Dec 19, 2025
- 7 min read
Saat ini, isu lingkungan menjadi perhatian dalam kehidupan masyarakat. Adanya perubahan iklim, pencemaran lingkungan menjadi masalah yang tidak boleh diabaikan. Salah satu penyebab dari masalah tersebut yakni adanya praktik produksi dan konsumsi yang tidak bertanggung jawab terutama industri fashion. Seringkali mereka lebih mengutamakan keuntungan tanpa mempertimbangkan dampak dari praktik jangka panjangnya terhadap lingkungan.
Industri fashion mengalami perkembangan yang sangat cepat, mulai dari jumlah produksi yang sangat besar untuk memenuhi kebutuhan pasar hingga mengikuti tren yang terus-menerus mengalami perubahan. Selain itu, terdapat juga masalah yang muncul dari pola konsumsi masyarakat. Adanya tren fashion yang terus berubah, menjadikan banyak orang membeli pakaian terus-menerus tanpa menyesuaikan dengan kebutuhan mereka. Praktik fashion yang tidak bertanggung jawab ini tidak hanya berdampak bagi kesejahteraan lingkungan, tetapi juga mencerminkan masyarakat yang kurang memiliki kesadaran sosial. Maka dari itu diperlukan cara untuk mengubah sudut pandang terhadap fashion, dimana masyarakat tidak hanya membeli barang karena mengikuti tren saja, melainkan membeli barang sesuai kebutuhan dan menerapkan praktik yang lebih bijak dan bertanggung jawab. Seiring dengan meningkatnya kesadaran terhadap dampak lingkungan dari industri fashion, terdapat beberapa brand yang kini mulai menerapkan prinsip sustainable fashion, diantaranya sebagai berikut;
Setali Indonesia

Setali Indonesia merupakan salah satu brand fashion yang lahir dari keprihatinan terhadap meningkatnya jumlah limbah tekstil dan kurangnya solusi yang berdampak, artinya brand ini muncul karena kepeduliannya terhadap lingkungan. Awal mula nya brand ini lahir pada tahun 2018, tahun ini masih di tahap awal Setali melakukan percobaan daur ulang tekstil. Kemudian pada tahun 2019, Setali Indonesia resmi didirikan sebagai perusahaan sosial yang berfokus pada daur ulang atau upcycling. Seiring berjalannya waktu, Setali Indonesia memperluas perannya melalui berbagai inovasi. Pada tahun 2022, mereka meluncurkan Sande Nusantara, sebuah inisiatif pelestarian batik berkelanjutan. Lalu pada tahun 2024 sampai 2025, mereka memperkenalkan Fabrics Lab, laboratorium eksplorasi tekstil yang mengembangkan metode baru dalam pengolahan limbah fashion.
Setali Indonesia dibangun atas tiga nilai inti diantaranya keberlanjutan, keahlian, dan komunitas. Dengan nilai-nilai tersebut, Setali tidak hanya mengelola limbah, tetapi juga memaknai kembali cara kita melihat produk fashion, sehingga setiap potongan kain memiliki peluang untuk menjadi karya baru yang fungsional dan estetis. Selain itu, Setali Indonesia menerapkan prinsip ekonomi sirkular, dimana mereka tidak hanya meminimalkan limbah tetapi juga menciptakan peluang bagi pengrajin dan masyarakat setempat. Terdapat beberapa produk yang dihasilkan dari limbah tekstil diantaranya aksesori, pakaian, dekorasi, hingga karya seni instalatif, yang mana semua dirancang dengan memperhatikan detail, kualitas, dan dampaknya terhadap lingkungan.
Kriteria Sustainable Fashion | Skor |
Produksi yang sadar | 10 |
Material yang ramah lingkungan | 10 |
Desain yang berkelanjutan (berjangka panjang) | 9 |
Desain bertema alam dan sosial | 9 |
Teknik produksi yang etis | 10 |
Kondisi kerja yang layak | 10 |
Total | 58 |
Berdasarkan kriteria tersebut menunjukan bahwa Setali Indonesia dapat dikatakan sebagai sustainable fashion, karena dalam proses pengerjaannya berfokus pada pengurangan limbah tekstil dan menciptakan nilai baru dari bahan yang sudah tidak terpakai contohnya mereka melakukan upcycling berskala besar seperti mengolah lebih dari seribu barang cacat produk Love Bonito menjadi produk baru dan mengubah 750 kg seragam IKEA menjadi boneka, tas, dan serat pengisi. Selain itu, Setali Indonesia menerapkan prinsip ekonomi sirkular melalui proses yang terstruktur mulai dari pengumpulan, penyortiran, pengolahan, hingga distribusi material. Tak hanya itu, Setali Melakukan praktik ramah lingkungan dengan menggunakan pewarna alami dalam inisiatif Sande Nusantara dan riset pengolahan limbah poliester oleh Fabrics Lab. Setali juga memberdayakan pengrajin batik dengan upah yang adil dan memberikan pelatihan, serta melakukan edukasi melalui workshop upcycling dan zero waste. Adanya kegiatan tersebut dapat disimpulkan bahwa brand Setali Indonesia menerapkan keberlanjutan dengan mewujudkannya dalam praktik nyata dan terukur.
Berdasarkan kriteria tersebut menunjukan bahwa Setali Indonesia dapat dikatakan sebagai sustainable fashion, karena dalam proses pengerjaannya berfokus pada pengurangan limbah tekstil dan menciptakan nilai baru dari bahan yang sudah tidak terpakai contohnya mereka melakukan upcycling berskala besar seperti mengolah lebih dari seribu barang cacat produk Love Bonito menjadi produk baru dan mengubah 750 kg seragam IKEA menjadi boneka, tas, dan serat pengisi. Selain itu, Setali Indonesia menerapkan prinsip ekonomi sirkular melalui proses yang terstruktur mulai dari pengumpulan, penyortiran, pengolahan, hingga distribusi material. Tak hanya itu, Setali Melakukan praktik ramah lingkungan dengan menggunakan pewarna alami dalam inisiatif Sande Nusantara dan riset pengolahan limbah poliester oleh Fabrics Lab. Setali juga memberdayakan pengrajin batik dengan upah yang adil dan memberikan pelatihan, serta melakukan edukasi melalui workshop upcycling dan zero waste. Adanya kegiatan tersebut dapat disimpulkan bahwa brand Setali Indonesia menerapkan keberlanjutan dengan mewujudkannya dalam praktik nyata dan terukur.
SukkhaCitta

SukkhaCitta yakni sebuah brand fashion lokal yang didirikan pada 2016, brand ini muncul karena kekhawatiran terhadap isu lingkungan. Brand ini menjadikan prinsip keberlanjutan sebagai inti dari program bisnisnya. Dalam praktiknya, SukkhaCitta menerapkan konsep slow fashion, yakni memproduksi pakaian secara perlahan dengan jumlah yang terbatas, hal ini bertujuan untuk menjaga kualitas dan mengurangi limbah. Bahan-bahan yang digunakan untuk memproduksi pakaian berasal dari serat alami seperti kapas yang ditanam dan diolah dengan bertanggung jawab, pewarna kain menggunakan pewarna alami yang berasal dari tumbuhan. Melalui cara ini SukkhaCitta berupaya untuk mengurangi dampak negatif industri fashion terhadap lingkungan. Tak hanya itu, brand ini bekerja sama dengan komunitas pengrajin di desa, khususnya perempuan dalam proses produksinya. SukkhaCitta memiliki desain berjangka panjang yang tidak bergantung pada tren. Setiap koleksinya dirancang agar dapat digunakan dalam waktu yang panjang. Desain ini memiliki tema alam dan kehidupan sosial masyarakat sehingga produknya mempunyai nilai cerita dan makna budaya yang kuat. Untuk mendukung keberlanjutan SukkhaCitta mengadakan edukasi keberlanjutan, edukasi ini mengajak masyarakat untuk memahami bagaimana cara konsumsi fashion yang bertanggung jawab.
Kriteria Sustainable Fashion | Skor |
Produksi yang sadar | 10 |
Material yang ramah lingkungan | 9 |
Desain yang berkelanjutan (berjangka panjang) | 9 |
Desain bertema alam dan sosial | 10 |
Teknik produksi yang etis | 9 |
Kondisi kerja yang layak | 9 |
Total | 56 |
Berdasarkan kriteria tersebut menunjukan bahwa brand ini tidak hanya menjual produk, tetapi juga menyebarkan nilai dan kesadaran tentang sustainable fashion, yang mana hal ini terwujud dari penggunaan material yang ramah lingkungan, desain berjangka panjang, dan sebagainya. Adanya upaya ini dapat menjadikan SukkhaCitta sebagai salah satu brand lokal yang konsisten dalam mendukung keberlanjutan di industri fashion.
Osem

Osem merupakan salah satu brand lokal yang berdiri pada tahun 2014, brand ini dikenal melalui seni tekstil tradisional, seperti melipat, mengikat, dan mewarnai kain atau dikenal dengan sebutan teknik jumputan. Teknik tersebut menghasilkan motif yang memiliki ciri khas unik dan menarik. Selain itu, dalam proses pembuatannya brand ini menerapkan prinsip less or zero-waste, yang berupaya untuk menghasilkan produk dari bahan sisa atau bekerja sama dengan label lain yang dapat meng-upcycle kain tersebut. Pada awalnya brand ini berkembang dengan melakukan eksperimen dengan satu warna yaitu warna biru. Warna tersebut diperoleh dari pewarna alami tumbuhan Indigofera Tinctoria, penggunaan warna alami membuat produk Osem lebih ramah lingkungan. Selain menggunakan pewarna alami, Osem juga menggunakan kain yang berasal dari serat alam seperti linen, katun, rami dan lainnya, yang mana serat tersebut mudah terurai secara alami dan mempunyai daya tahan yang baik, sehingga hal ini dapat mendukung prinsip desain jangka panjang dalam sustainable fashion.
Sebagai bagian dalam penerapan sustainable fashion, Osem juga mengedepankan prinsip fair trade, yang mana hal ini berkomitmen untuk memberikan upah yang layak pada para pekerja serta memastikan kondisi kerja yang sesuai. Sehingga dengan praktik ini menunjukan bahwa Osem tidak hanya memperhatikan lingkungan, tetapi juga dengan tanggung jawab sosial terhadap para [pekerja yang terlibat dalam proses produksinya.
Kriteria Sustainable Fashion | Skor |
Produksi yang sadar | 10 |
Material yang ramah lingkungan | 9 |
Desain yang berkelanjutan (berjangka panjang) | 8 |
Desain bertema alam dan sosial | 8 |
Teknik produksi yang etis | 8 |
Kondisi kerja yang layak | 9 |
Total | 52 |
Berdasarkan kriteria tersebut menunjukan bahwa sustainable fashion dapat diwujudkan melalui adanya kombinasi antara pelestarian teknik tradisional, pengelolaan limbah yang bijak, menggunakan bahan yang ramah lingkungan, dan penerapan nilai keadilan sosial. Oleh karena itu, Osem sebagai salah satu contoh brand lokal yang konsisten dalam mendukung keberlanjutan.
Semilir Semilir

Semilir-Semilir merupakan brand fashion lokal yang didirikan oleh Alfira Oktaviani pada tahun 2028. Penggunaan nama Semilir berasal dari bahasa jawa yang artinya “angin yang menyejukkan”, ini mencerminkan bahwa brand ini membawa kesejukan bagi lingkungan dan masyarakat melalui fashion yang lebih ramah lingkungan. Untuk menerapkan prinsip sustainable fashion Semilir berfokus pada teknik ecoprint, yakni metode pewarnaan kain menggunakan bahan alami dari tumbuhan seperti, daun, bunga, kulit kayu, dan sebagainya. Melalui teknik ini selain menghasilkan motif yang menarik dan unik juga membantu menjaga kualitas serta meminimalkan penumpukan limbah. Selain itu Semilir mempunyai komitmen untuk memperhatikan aspek sosial dalam proses produksinya, yang mana hal ini terwujud dari adanya pemberdayaan masyarakat lokal. Dengan melibatkan masyarakat, Semilir dapat meningkatkan kesejahteraan sosial dan membuka peluang usaha bagi pengrajin di komunitas sekitarnya.
Dalam beberapa waktu lalu, brand ini berhasil memperluas jangkauan pasarnya hingga ekspor ke berbagai negara seperti, Jepang, Amerika, Australia dan negara eropa lainnya. Hal ini tentunya menunjukan bahwa produk fashion yang ramah lingkungan dengan menjunjung nilai budaya yang tinggi dapat bersaing dengan brand internasional.
Kriteria Sustainable Fashion | Skor |
Produksi yang sadar | 10 |
Material yang ramah lingkungan | 9 |
Desain yang berkelanjutan (berjangka panjang) | 9 |
Desain bertema alam dan sosial | 9 |
Teknik produksi yang etis | 9 |
Kondisi kerja yang layak | 9 |
Total | 55 |
Berdasarkan kriteria tersebut menunjukan bahwa Semilir dapat dikategorikan sebagai brand yang berkelanjutan, dapat dilihat melalui penggunaan material bahan alami, teknik eco print, pemberdayaan budaya lokal, dan pemberdayaan masyarakat.
Better Tomorrow

Better Tomorrow merupakan salah satu brand lokal yang hadir karena berfokus pada praktik sustainable fashion yang bertujuan untuk menciptakan produk yang ramah lingkungan. Hal ini terwujud dari penggunaan material yang ramah lingkungan seperti katun organik, serat daur ulang, dan material yang mudah terurai lainnya. Selain itu, brand ini menerapkan produksi yang terbatas atau terukur yang bertujuan untuk mengurangi penumpukan limbah. Better Tomorrow juga membuat desain yang sederhana, fungsional, dan tidak bergantung pada tren, sehingga koleksinya dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama.
Better Tomorrow juga mengadakan edukasi mengenai bagaimana pentingnya sustainable fashion yang dilakukan melalui kampanye di media sosial, blog dan kolaborasi acara dengan komunitas. Edukasi ini memiliki tujuan untuk mengubah sudut pandang atau cara berpikir masyarakat agar lebih peduli terhadap dampak lingkungan dari pemilihan fashion mereka.
Kriteria Sustainable Fashion | Skor |
Produksi yang sadar | 9 |
Material yang ramah lingkungan | 9 |
Desain yang berkelanjutan (berjangka panjang) | 8 |
Desain bertema alam dan sosial | 8 |
Teknik produksi yang etis | 8 |
Kondisi kerja yang layak | 8 |
Total | 50 |
Berdasarkan kriteria tersebut menunjukan bahwa Better Tomorrow sebagai brand yang menerapkan sustainable fashion. Hal ini terwujud dari sistem produksi yang terukur dan desain yang dibuat untuk jangka waktu yang lama. Praktik ini tentunya dapat mengurangi penumpukan limbah yang dapat mencemari lingkungan.
Dari kelima brand tersebut, terlihat bahwa brand Setali Indonesia menjadi brand pertama yang paling menerapkan sustainable fashion dengan total 58 poin dan keunggulannya dalam menerapkan ekonomi sirkular berskala besar melalui upcycling, pemberdayaan komunitas dan riset tekstil. dilanjut brand kedua yaitu SukkhaCitta dengan total 56 poin dengan keunggulan dapat konsisten menerapkan prinsip slow fashion. Selanjutnya, terdapat brand Semilir-Semilir berada di posisi ketiga dengan 55 poin dengan keunggulan yang mampu menggabungkan teknik ecoprint berbahan alami. Di urutan ke-empat terdapat brand Osem dengan total poin 52 poin, yang memiliki keunggulan dalam pelestarian teknik tekstil tradisional dan penggunaan pewarna alami serta penerapan zero waste dalam skala terbatas. Di urutan terakhir, terdapat brand Better Tomorrow yang dinilai sustainable namun tidak sekuat brand lainnya dengan jumlah 50 poin yang praktik keberlanjutannya masih terbatas belum secara mendalam jika dibandingkan dengan brand lainnya.









Comments