top of page

Elegance With Silhouette: H&M's Fall 2023 Collections As a Trend or Differentiation?

  • Writer: Cultural Threads
    Cultural Threads
  • Oct 8, 2025
  • 4 min read

Updated: Oct 19, 2025

H&M’s Fall 2023 Collections/ Fibre2Fashion.com 
H&M’s Fall 2023 Collections/ Fibre2Fashion.com 

Merek mode asal Swedia, H&M, meluncurkan koleksi Fall 2023 yang mengusung konsep kemewahan, cocok untuk tren fashion di musim gugur karena terlihat dari desainnya yang berlapis dan tebal, namun tetap stylish. Koleksi Fall 2023 ini berfokus untuk menonjolkan siluet model dengan memadukan kulit imitasi dan denim yang terinspirasi dari tren fashion tahun 1990-an. Paduan tren fashion klasik dengan tren modern ini ditandai dari penggunaan komponen edgy style dan penonjolan sisi ramping di setiap model pakaian, sehingga ketika kita melihat H&M’s Fall 2023 Collections, akan langsung terlintas kesan mewah, sensual dan berani. Designer H&M menekankan bahwa koleksi Fall 2023 ini terinspirasi dari film, seperti film action, thriller, ataupun crime. Oleh karena itu, kita dapat melihat adanya unsur dark, badass dari model pakaiannya. 


Dalam poster kampanye Fall 2023 Collections, H&M menggunakan model wanita sekitar 20-an tahun yang mengenakan berbagai fashion item seperti trench coat, boots, long dress, maxi dress; yang terbuat dari sintetis kulit imitasi. Umumnya, desain koleksi ini didominasi warna hitam seperti yang divisualisasi dalam poster kampanye untuk membangun kesan elegan, anggun. H&M’s Fall 2023 Collections ini tidak sepenuhnya feminim, tetapi juga menampilkan street-wear style. Terlihat dari visualisasinya yang mana model mengenakan leather jacket dengan rok denim, dan juga dihiasi dengan berbagai aksesoris yang menguatkan kesan edgy yang ditonjolkan. Adapun tampilan feminim yang ditonjolkan seperti memadukan long dress, trench coat, maxi skirt dengan boots maupun heels. Selain itu, desain dari pakaiannya juga seolah-olah mendukung tampilan feminim yang ditonjolkan yaitu adanya pintuck, lipatan-lipatan yang menghadirkan pola unik pada model pakaian. Aksesoris juga tidak kalah pentingnya dimana para model mengenakan kalung logam, anting, dan tas kulit untuk menunjang tema yang ingin ditonjolkan H&M. 


H&M's Fall 2023: Diferensiasi atau Tren?

Dilihat dari desainnya, secara visual, kita dapat sekilas mengetahui target utama yang disasar oleh H&M terkait dengan koleksi Fall 2023 ini. Koleksi ini menyiratkan kemewahan, keanggunan melalui desainnya. Dengan konsep yang ditonjolkan, H&M tentunya menargetkan masyarakat kelas sosial atas yang bergender perempuan dengan rentang usia sekitar 20-40 tahun. Hal tersebut dikarenakan kalangan atas yang umumnya mengenakan style seperti ini, yang dapat dibilang “merepotkan”. Khususnya jika kita melihat dari desainnya, yang mana didominasi bukan untuk fungsional melainkan lebih ke estetika. Kalangan atas biasanya mengenakan pakaian untuk mengekspresikan dirinya, jadi bukan hanya berpikir tentang fungsi.


Ternyata fashion menjadi sarana untuk membedakan kelas sosial. Seperti H&M’s Fall 2023 Collections ini yang umumnya dikenakan oleh kalangan atas dan menjadi suatu tren karena masyarakat kelas lainnya menilai bahwa pakaian yang dikenakan sangatlah menarik, unik. Namun, masyarakat kelas bawah tidak menyadari bahwa faktanya, mereka tidak dapat memakai koleksi H&M ini karena tidak sesuai dengan latar belakang dan gaya hidup yang dimiliki. Masyarakat kelas bawah bahkan tidak memperdulikan hal tersebut, malahan mereka mengimitasi fashion kelas elit sebagai bentuk usaha menyetarakan status sosial. Melihat hal tersebut, kelas elit memutuskan untuk tidak mengakses lagi H&M’s Fall 2023 Collections karena dinilai sudah terlalu ramai disukai oleh massa, sehingga kaum elit tidak merasa eksklusif lagi. Sesuai dengan pernyataan Simmel bahwa fashion menjadi penanda dan pembeda kelas sosial dimana kaum elit melihat fashion dari eksklusivitas, estetikanya, sebagai bentuk pengekspresian diri; sedangkan masyarakat kelas bawah melihat fashion sebagai bentuk penyetaraan kelas sosial.


Tren Fashion: Hasil Kolektivitas Masyarakat

H&M’s Fall 2023 Collections menjadi tren fashion pada eranya. Bukan hanya karena designer ataupun mereknya, melainkan karena disukai oleh masyarakat luas, yang mana pada era itu, banyak sekali masyarakat yang menyukai model yang sama dengan koleksi H&M ini. Kita sebagai masyarakat yang memutuskan apakah H&M’s Fall 2023 Collections ini layak menjadi tren atau tidak. Misalnya, ketika kita melihat koleksi ini melalui website resmi atau media sosial, biasanya kita akan merasa tertarik apabila model pakaiannya sesuai dengan preferensi kita. Jika dilihat dari merek dan designernya, namun gaya fashion-nya tidak sesuai dengan keinginan kita, pasti kita juga tidak akan tertarik. Inilah mengapa Blumer menyatakan bahwa terbentuknya tren bukan didasarkan pada mereknya, melainkan oleh pilihan masyarakat secara keseluruhan. 


Walaupun H&M hanya menargetkan kalangan atas dalam kampanye Fall 2023 Collections, namun tidak menutup kemungkinan koleksi H&M ini tetap menjadi tren. Blumer berbeda dengan tokoh lain, yang mana dinyatakan bahwa tren bukan dibentuk oleh kalangan atas, melainkan karena adanya kesukaan massa. Jadi, fashion disebut tren apabila menjadi pilihan banyak orang, menandakan masyarakat menyukai hal yang serupa dan itu dipengaruhi dari hasil interaksi dengan orang lain. Karena harganya yang sulit untuk dijangkau oleh kelas bawah, namun disukai oleh banyak orang, sehingga tidak mengherankan bahwa koleksi H&M ini menjadi inspirasi bagi merek lain untuk membuat versi yang lebih affordable. Dapat kita lihat bahwa walaupun masyarakat membeli model yang sama dari merek yang tidak populer, namun mereka tetap merasa senang, puas karena berpartisipasi aktif dalam pembentukan suatu tren. Inilah yang menunjukkan bahwa tren ada karena adanya keterlibatan publik, bukan hanya karena merek maupun designer.  


Namun, setelah melewati tahun 2023, koleksi H&M ini dapat dibilang tidak lagi menjadi tren yang populer. Hal tersebut dikarenakan masyarakat yang juga memutuskan berakhirnya tren fashion ini. Ketika masyarakat sudah tidak memiliki preferensi yang sama terhadap suatu model pakaian, tentunya itu bukan lagi sebuah tren. Umumnya, preferensi masyarakat akan berubah seiring berjalannya waktu, makanya ada yang dinamakan tren akan selalu berkembang dan bersifat dinamis. Makanya H&M selalu berinovasi dan menciptakan koleksi-koleksi baru yang sekiranya sesuai dengan preferensi audiens.


H&M's Fall 2023: Legitimasi Kelas Sosial

Koleksi H&M ini bisa saja diakses oleh seluruh kalangan, namun juga memperkuat perbedaan kelas sosial yang ada. Hal tersebut dikarenakan secara visual dan harga, sudah terlihat siapa targetnya, yaitu kaum elit. Tidak salah apabila masyarakat kelas bawah juga menyukai model pakaian dalam koleksi ini, namun akan sangat terlihat kesenjangan ketika ingin mengikuti gaya fashion kaum elit. Umumnya, untuk mengikuti style kelas elit, masyarakat kelas bawah akan menganggap fashion imitasi sebagai actual fashion dan bertindak seolah-olah termasuk dalam lingkup kelas elit. Selain itu, H&M meluncurkan koleksi ini juga didasarkan pada budaya masyarakatnya, yang mana masyarakat H&M biasanya menganut budaya global sehingga memiliki gaya hidup yang konsumtif. Maka dari itu, H&M memanfaatkan peluang tersebut dengan meluncurkan berbagai inovasi dengan harga yang fantastis karena mengetahui bahwa masyarakatnya akan mengeluarkan biaya untuk mendapatkan eksklusivitas dari produk H&M.


Comments


Top Stories

  • Instagram
  • Facebook
  • Twitter

© 2023 by Sosiologi Fashion. All rights reserved. Powered by NFashionews

bottom of page