top of page

“Streetwear Bukan Sekadar Gaya, Tapi Mencerminkan Kelas Sosial”

  • Writer: Cultural Threads
    Cultural Threads
  • Oct 1, 2025
  • 2 min read

Dalam video, gaya berpakaian streetwear ditunjukkan dengan nuansa ekspresif dan kasual. Visual dalam video menampilkan model wanita menggunakan crop outer berukuran besar berwarna gelap dengan tanktop di dalamnya yang dikombinasikan dengan celana baggy jeans dan sneakers. Aksesori seperti rantai leher dan kacamata menambah kesan unik, berani dan anti-mainstream. Secara keseluruhan, visual ini menggambarkan gaya street culture yang berasal dari budaya jalanan dan dipengaruhi oleh hip-hop, skateboard, pakaian olahraga, dan gaya pop lainnya.

Target audiens dari visual fashion tersebut adalah anak-anak muda di perkotaan yang ingin menampilkan identitas diri yang berbeda, berani, dan up-to-date dengan trend.

 

Fashion sebagai diferensiasi kelas (Simmel, Veblen, Bourdieu)

Menurut Simmel, fashion bergerak di antara dua kubu yaitu: kebutuhan untuk meniru (imitasi) dan membedakan diri (diferensiasi). Streetwear dalam video ini awalnya lahir dari budaya jalanan (skateboard dan hip-hop community), namun kemudian diadopsi oleh kelas menengah atas sebagai simbol gaya hidup “keren”.


Fashion sebagai identitas yang cair dan ambivalen (Davis)

Davis menekankan bahwa fashion mencerminkan identitas yang terus berubah, ambigu, dan tidak stabil. Streetwear merupakan salah satu contoh, karena meskipun dapat menunjukkan keunikkan yang anti-mainstream, seperti anak muda yang ingin tampil berbeda dan lebih santai, dan menentang aturan berpakaian formal. Di sisi lain, streetwear telah menjadi bagian dari industri mode. Perusahaan terkenal menjual streetwear dengan harga mahal, yang bahkan dianggap eksklusif.

 

Refleksi Kritis

Streetwear telah berkembang menjadi budaya populer yang signifikan dan tidak lagi sekadar budaya jalanan. Dalam video, streetwear menunjukkan bagaimana identitas dinegosiasikan oleh kelas sosial. Orang-orang di kelas bawah melihatnya sebagai ekspresi kekuatan dan resistensi, dan orang-orang di kelas menengah atas melihatnya sebagai gaya hidup premium. Streetwear memiliki makna sosial sebagai titik pertemuan antara budaya jalanan dan komodifikasi industri fashion.


Dalam streetwear, identitas dapat beragam. Seseorang dapat tampil sebagai anggota komunitas jalanan atau menunjukkan kelas sosial melalui item eksklusif. Sneakers branded atau hoodie limited edition dalam streetwear sering dianggap sebagai tanda status ekonomi, bukan sekadar pakaian fungsional. Oleh karena itu, streetwear menimbulkan dilema karena meskipun sifatnya anti-mainstream tetapi juga memberikan keuntungan bagi kapitalisme fashion. Dengan demikian, streetwear membentuk identitas individu, termasuk ekspresi diri, kepercayaan diri, dan kelas sosial. Streetwear juga menciptakan batas kelas melalui eksklusivitas produk.

Comments


Top Stories

  • Instagram
  • Facebook
  • Twitter

© 2023 by Sosiologi Fashion. All rights reserved. Powered by NFashionews

bottom of page