top of page

Persepsi Konsumen terhadap Sustainable Fashion pada Brand JINISO Indonesia

  • Writer: Cultural Threads
    Cultural Threads
  • Dec 16, 2025
  • 5 min read

1.     Pendahuluan

Fashion merupakan salah satu industri yang sangat memengaruhi lingkungan, mulai dari penggunaan bahan baku, penggunaan energi, hingga limbah tekstil. Fenomena fast fashion menyebabkan peningkatan produksi dan konsumsi pakaian. Hal ini menyebabkan pencemaran lingkungan dan pencemaran sumber daya alam. Konsep sustainable fashion muncul sebagai upaya untuk mengurangi dampak negatif industri fashion melalui penggunaan bahan baku yang lebih ramah lingkungan. Dalam hal ini, konsumen mulai mempertimbangkan keberlanjutan saat memilih produk fashion karena kesadaran masyarakat terhadap masalah lingkungan meningkat.

JINISO adalah merek fashion yang sangat populer di kalangan anak muda di Indonesia. Dengan jangkauan pasar yang luas, JINISO memiliki potensi besar untuk memengaruhi perilaku konsumen dan persepsi masyarakat terhadap mode yang berkelanjutan. Selain berkomitmen pada nilai keberlanjutan, JINISO juga menawarkan produk yang menarik dan terjangkau

Konsumen tidak selalu melihat klaim keberlanjutan suatu merek dengan cara yang sama. Persepsi konsumen sangat penting karena menentukan tingkat kepercayaan, sikap, dan minat beli terhadap produk yang berkaitan dengan masalah keberlanjutan. Oleh karena itu, penelitian harus dilakukan untuk mengetahui bagaimana pelanggan melihat dan merasakan konsep mode berkelanjutan yang diterapkan oleh merek JINISO Indonesia.


2.     Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana konsumen melihat konsep sustainable fashion yang diterapkan oleh merek JINISO Indonesia. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesadaran konsumen terhadap masalah keberlanjutan dalam industri fashion. Selain itu, untuk menilai persepsi dan kepercayaan konsumen terhadap praktik keberlanjutan yang dikomunikasikan oleh JINISO.


3.     Rumusan Masalah

Bagaimana persepsi konsumen terhadap penerapan sustainable fashion oleh merek JINISO Indonesia?


4.     Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif survei untuk mengukur persepsi dan sikap konsumen dengan data numerik. Tujuan dari pendekatan ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang bagaimana konsumen melihat penerapan sustainable fashion pada merek JINISO Indonesia. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data kuantitatif yang diperoleh dari jawaban responden terhadap pernyataan dalam kuesioner. Data ini berbentuk angka yang menunjukkan kesadaran, persepsi, kepercayaan, sikap, dan minat beli konsumen terhadap merek JINISO.

-       Jenis Data

Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Data primer adalah data utama yang dikumpulkan secara langsung dari responden penelitian, yaitu pelanggan merek JINISO Indonesia. Data ini dikumpulkan melalui kuesioner yang berisi pernyataan tertutup menggunakan skala Likert 1-5 untuk mengukur kesadaran, persepsi, kepercayaan, sikap, dan minat beli konsumen terhadap praktik keberlanjutan JINISO. Ini digunakan untuk mendapatkan gambaran tentang bagaimana klaim keberlanjutan JINISO. Selain itu, penelitian ini menggunakan data sekunder. Data sekunder diperoleh dari sumber seperti laporan, literatur ilmiah, dan artikel yang berkaitan dengan masalah perilaku konsumen dan fashion yang berkelanjutan.

-       Teknik Pengumpulan Data

Tejnik pengumpulan data dilakukan dengan menyebar kuesioner melalui internet kepada pelanggan yang pernah membeli atau menggunakan produk JINISO. Metode ini dipilih karena dapat menjangkau populasi responden yang lebih besar dan efektif. Penelitian ini mendapatkan 20 responden yang tahun, pernah membeli produk JINISO setidaknya satu kali, dan tinggal di Indonesia.

-       Teknik Analisis Data

Analisis deskriptif adalah analisis yang digunakan pada data yang dikumpulkan. Hal ini untuk menggambarkan karakteristik responden dan kecenderungan jawaban mereka terhadap masing-masing variabel penelitian. Untuk memastikan kualitas instrumen penelitian, uji validitas dan reliabilitas juga dilakukan. Digunakan analisis korelasi atau regresi sederhana untuk menentukan hubungan dan pengaruh persepsi konsumen terhadap sikap dan minat beli. Hasil analisis ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih baik tentang bagaimana persepsi tentang mode yang berkelanjutan memengaruhi perilaku konsumen terhadap merek JINISO Indonesia.

Untuk memudahkan pengolahan, data dari kuesioner ditabulasikan ke dalam tabel. Semua tanggapan responden dikodekan dengan skala pengukuran seperti skala Likert (1 menunjukkan sangat tidak setuju - 5 menunjukkan sangat setuju).

                                                                                              

5.     Pembahasan

Dari 20 responden, sebanyak 50% menyatakan sangat setuju dan 40% setuju. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden memahami sustainable fashion berkaitan dengan lingkungan dan etika produksi. Sebanyak 5% menyatakan netral dan 5% tidak setuju. Hasil ini menunjukkan tingkat pemahaman responden tergolong tinggi, meskipun masih terdapat sebagian kecil yang membutuhkan pemahaman lebih lanjut terkait konsep sustainable fashion.

Dari 20 responden, sebanyak 65% menyatakan sangat setuju dan 30% setuju bahwa mereka memperhatikan isu keberlanjutan saat membeli produk fashion. Sebanyak 5% menyatakan netral, dan tidak ada responden yang tidak setuju. Hasil ini menunjukkan bahwa kesadaran responden terhadap keberlanjutan sudah sangat tinggi dan tercermin langsung dalam perilaku pembelian fashion.

Dari 20 responden, sebanyak 55% menyatakan setuju dan 40% sangat setuju bahwa mereka mengetahui konsep sustainable fashion (mode berkelanjutan). Sebanyak 5% menyatakan netral, dan tidak ada responden yang menyatakan tidak setuju. Hasil ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden terhadap konsep sustainable fashion tergolong tinggi, meskipun masih terdapat sebagian kecil yang belum sepenuhnya memahami konsep tersebut.

Dari 20 responden, sebanyak 55% menyatakan setuju dan 40% sangat setuju bahwa produk JINISO terlihat menggunakan material yang aman dan ramah lingkungan. Sebanyak 5% menyatakan netral, dan tidak ada responden yang menyatakan tidak setuju. Hasil ini menunjukkan bahwa persepsi responden terhadap penggunaan material aman dan ramah lingkungan pada produk JINISO tergolong sangat positif. Namun, masih terdapat sebagian kecil responden yang belum sepenuhnya memberikan penilaian tegas terkait hal tersebut.

Dari 20 responden, sebanyak 70% menyatakan sangat setuju dan 25% menyatakan setuju bahwa desain dan kualitas produk JINISO mencerminkan konsep keberlanjutan. Sementara itu, 5% responden menyatakan netral, dan tidak ada yang menyatakan tidak setuju. Hasil ini menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki persepsi yang sangat positif terhadap unsur keberlanjutan pada desain dan kualitas produk JINISO. Meskipun demikian, masih terdapat sedikit responden yang belum sepenuhnya memberikan penilaian pasti terkait hal tersebut.

Dari 20 responden, sebanyak 60% menyatakan sangat setuju dan 35% menyatakan setuju bahwa keberlanjutan menjadi pertimbangan penting dalam memilih produk JINISO. Sementara itu, 5% responden menyatakan netral, dan tidak ada yang menyatakan tidak setuju. Hasil ini menunjukkan bahwa mayoritas responden sangat memperhatikan aspek keberlanjutan dalam pengambilan keputusan pembelian, khususnya terkait produk JINISO. Hal ini juga mencerminkan adanya kesadaran konsumen yang tinggi terhadap pentingnya nilai keberlanjutan dalam konsumsi produk fesyen.

Dari 20 responden, sebanyak 55% menyatakan sangat setuju dan 45% menyatakan setuju bahwa mereka memiliki pandangan positif terhadap JINISO sebagai brand yang peduli lingkungan. Tidak ada responden yang menyatakan netral maupun tidak setuju. Hasil ini menunjukkan bahwa seluruh responden memiliki persepsi positif terhadap komitmen JINISO dalam kepedulian lingkungan. Temuan ini juga menggambarkan citra merek yang kuat dan konsisten di mata konsumen terkait nilai keberlanjutan yang diusung.

Dari 20 responden, sebanyak 60% menyatakan sangat setuju dan 35% menyatakan setuju bahwa mereka akan merekomendasikan JINISO kepada orang lain karena nilai keberlanjutannya. Sementara itu, 5% responden menyatakan netral, dan tidak ada yang menyatakan tidak setuju. Hasil ini menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki kecenderungan positif untuk mendukung dan mempromosikan JINISO kepada orang lain berdasarkan nilai keberlanjutan yang ditawarkan merek tersebut. Temuan ini juga menegaskan bahwa aspek keberlanjutan menjadi faktor yang berpengaruh kuat terhadap loyalitas dan rekomendasi konsumen.


Kesimpulan

Berdasarkan diskusi yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa masalah berkelanjutan dalam industri mode menjadi sangat penting dan semakin memengaruhi cara pelanggan menilai dan memilih merek. Persepsi pelanggan terhadap penerapan sustainable fashion oleh merek JINISO Indonesia berperan dalam membentuk kepercayaan, sikap, dan minat beli pelanggan. Kesadaran konsumen terhadap dampak lingkungan industri mode mendorong mereka untuk lebih memperhatikan apa yang mereka beli.

Comments


Top Stories

  • Instagram
  • Facebook
  • Twitter

© 2023 by Sosiologi Fashion. All rights reserved. Powered by NFashionews

bottom of page