Menilai Tingkat Sustainability Brand Fashion SukkhaCitta
- Cultural Threads
- Nov 30, 2025
- 3 min read
Di tengah meningkatnya kesadaran akan dampak industri fashion terhadap masyarakat dan lingkungan, merek fashion sering menggunakan klaim "sustainable" dalam iklan mereka. Namun, beberapa merek tidak menerapkan keberlanjutan secara keseluruhan. Dengan menggunakan skala penilaian berbasis indikator yang mencakup elemen produksi, sosial, dan lingkungan, blog ini bertujuan untuk menilai secara sistematis dan kritis tingkat keberlanjutan SukkhaCitta.Untuk menilai, delapan indikator utama digunakan, masing-masing dengan 10 poin maksimum, sehingga total 80 poin.
1. Sourcing & Materials = 9/10
SukkhaCitta dikenal karena menggunakan teknik batik dan tenun tradisional serta bahan alami dan regeneratif seperti kapas organik dan pewarna berbasis tumbuhan. Program Farm-to-ClosetTM perusahaan mendukung regenerative farming, yang bertujuan untuk memulihkan ekosistem dan tanah bukan hanya mengurangi dampak. Material yang digunakan tidak menggunakan bahan kimia berbahaya dan dibuat dengan cara yang ramah lingkungan. Keterbatasan skala dan waktu produksi yang lebih lama dari bahan alami adalah kekurangan kecil.
2. Production Practices = 9/10
Produksi SukkhaCitta dilakukan melalui kerja sama langsung dengan pengrajin perempuan di desa-desa Indonesia, menggunakan sistem upah yang adil, jam kerja manusiawi, dan lingkungan kerja berbasis komunitas. Tidak seperti mode cepat, SukkhaCitta mengutamakan produksi yang lambat (slow production) dan dibuat dengan hormat. Meskipun tidak semua komponen produksi menerima audit pihak ketiga berskala internasional, model ini menunjukkan praktik etis yang kuat.
3. Certifications & Labels = 7/10
SukkhaCitta menekankan traceability langsung dan transparansi naratif daripada sertifikasi massal seperti merek fesyen cepat. Beberapa material dan prosesnya memenuhi standar global (warna organik dan alami), tetapi tidak semua disertifikasi secara formal seperti GOTS atau B Corp. Metode ini efektif, tetapi kekurangan sertifikasi resmi dapat menjadi penghalang bagi pelanggan tertentu.
4. Transparency = 9/10
SukkhaCitta berfokus pada transparansi, seperti yang dijelaskan oleh merek:
- Bahan baku berasal dari
- Identitas komunitas produsen
- Proses produksi
- Nilai kerja dan filosofi harga
Konsumen dapat mengetahui siapa yang membuat pakaian dan bagaimana dampaknya. Bukan sekadar laporan angka, transparansi ini bersifat kontekstual dan naratif.
5. Packaging & Shipping = 8/10
SukkhaCitta tidak menggunakan banyak kemasan dan menggunakan sebagian besar kertas atau kain yang dapat digunakan kembali. Dibandingkan dengan merek fast fashion global lainnya, ini memiliki jejak karbon yang lebih rendah karena didistribusikan dalam skala terbatas. Meskipun volumenya lebih kecil, pengiriman internasional tetap menyumbang emisi.
6. Quality & Durability = 9/10
Pakaian SukkhaCitta dibuat untuk menjadi pakaian yang akan bertahan lama dan bernilai jangka panjang karena material berkualitas tinggi dan teknik pengerjaan manual yang digunakan. Metode ini secara langsung bertentangan dengan tradisi fashion yang buang-buang. Ini karena material alami membutuhkan perawatan khusus, bukan karena skornya sempurna.
7. Take-Back & Recycling = 6/10
SukkhaCitta belum memiliki sistem daur ulang atau pengambilan kembali yang resmi. Namun, filosofi merek yang mendorong pakaian jangka panjang, perawatan, dan ketahanan emosional secara tidak langsung mengurangi kebutuhan akan daur ulang. Ada ruang untuk pengembangan di masa depan karena ketiadaan program circular formal.
8. Waste Reduction = 8/10
SukkhaCitta menggunakan teknik tradisional yang mengurangi limbah dan memproduksi sesuai pesanan, tanpa produksi berlebihan, dan menggunakan pewarna alami dan proses manual untuk mengurangi limbah kimia dan air. Meskipun pengurangan limbah secara praktis sudah sangat kuat, ada keterbatasan dalam dokumentasi kuantitatifnya.
Total Skor Sustainability SukkhaCitta
Skor Akhir: 65 / 80
Kategori: Highly Sustainable (Berkelanjutan Tinggi)
Kesimpulan
SukkhaCitta mendapatkan skor 65 dari 80 dari delapan indikator utama, menempatkannya dalam kategori yang sangat ramah lingkungan. Hasil ini menunjukkan bahwa ramah lingkungan adalah dasar dari model bisnis SukkhaCitta dan strategi brandingnya.
SukkhaCitta menawarkan banyak keuntungan, termasuk praktik manufaktur etis, penggunaan material regeneratif, transparansi yang kuat, dan komitmen untuk membantu masyarakat lokal menjadi lebih baik. SukkhaCitta memilih skala kecil, produksi lambat, dan nilai jangka panjang untuk membedakan diri dari mode cepat.
Secara keseluruhan, SukkhaCitta menunjukkan bahwa fashion dapat menjadi alat untuk pelestarian budaya, keadilan sosial, dan keberlanjutan lingkungan secara bersamaan. Namun, untuk mencapai kategori Truly Sustainable, masih perlu memperkuat elemen sertifikasi formal, sistem sirkulasi terstruktur, dan pelaporan dampak kuantitatif.
Referensi










Comments