FASHION DAN KONSUMSI SIMBOLIK MENCIPTAKAN MAKNA DAN IDENTITAS
- Cultural Threads
- Nov 11, 2025
- 2 min read

Gambar menampilkan seorang wanita memakai tank top putih sederhana, jeans longgar, topi baseball, dan tas kecil berwarna mencolok. Pada gambar, wanita tersebut juga menggunakan aksesoris seperti kalung, gelang dan kacamata. Ditambah heels elegan yang digunakan untuk melengkapi fashion yang dikenakan. Tank top yang press body menunjukkan kepercayaan diri dan kesederhanaan, jeans longgar menunjukkan kebebasan, kenyamanan, dan gaya hidup santai. Sedangkan aksesoris, tas dan heels yang digunakan menunjukkan sentuhan elegan.
Fashion tidak hanya berfungsi sebagai pakaian untuk menutupi tubuh. Akan tetapi, fashion juga mencerminkan siapa diri seseorang, bagaimana mereka ingin dilihat, dan posisinya dalam masyarakat digital.
Fashion pada gambar ini menunjukkan kesederhanaan dimana model tampak effortless, tetapi tetap terlihat stylish. Fashion seperti ini terkesan "aku apa adanya, tapi aku tahu tren". Gaya berpakaian ini juga berfungsi sebagai suatu simbol di media sosial, di mana citra visual yang dibagikan sering kali menentukan identitas seseorang.

Jean Baudrillard menggambarkan fenomena ini sebagai konsumsi simbolik, dimana yang dikonsumsi tidak lagi fungsi suatu barang, tetapi tanda dan makna yang melekat barang tersebut. Dikutip dari artikel mjscolombo.com “Dalam pandangan Baudrillard, kebiasaan masyarakat kontemporer atau postmodern yang konsumtif itu didasarkan pada prestise dan kebanggaan simbolik dan bukan pada fungsi atau kegunaan dari barang yang dibeli. Di sini semakin banyak suatu objek dikonsumsi, maka itu menunjukkan dan mempertegas status sosial dari orang yang mengonsumsinya.” Orang membeli pakaian bukan hanya karena kebutuhan, tetapi karena mereka ingin menunjukkan status dan gaya hidup tertentu.
Fenomena ini menunjukkan bahwa konsumsi dan penampilan masyarakat modern menentukan eksistensi mereka. Arti bahwa identitas dan nilai seseorang diukur dari apa yang mereka konsumsi (beli, miliki, alami) dan bagaimana mereka menampilkan diri (gaya, citra, status sosial). Identitas dibentuk melalui pilihan simbolik seperti gaya. Di era modern saat ini, terdapat dua realitas, yaitu yang nyata dan yang digital. Masyarakat berpakaian untuk diri mereka sendiri dan juga untuk dilihat di ruang digital. Dengan demikian, fashion kemudian berkembang menjadi cara untuk menciptakan identitas dalam lingkungan yang diukur oleh standar ruang digital.
Kesimpulan
Fashion bukan sekadar pakaian, tetapi fashion merupakan cara komunikasi non-verbal, serta bagaimana individu menemukan atau menciptakan makna dan identitas dalam kehidupan mereka. Selain itu, masyarakat modern mengonsumsi bukan hanya untuk fungsi praktisnya, tetapi untuk makna simbolik yang diwakilinya. Dengan demikain, masyarakat tidak lagi hanya mengenakan pakaian, tetapi mengenakan simbol.
Referensi









Comments