top of page

Perusahaan Sustainable "Pijak Bumi" Berasal dari Indonesia

  • Writer: Cultural Threads
    Cultural Threads
  • Dec 11, 2025
  • 2 min read
Sumber Instagram PijakBumi
Sumber Instagram PijakBumi


Pijak Bumi lahir karena sebuah pengalaman sederhana pendirinya, Rowland Asfales kehilangan sepatunya saat masih mahasiswa. Karena kesulitan mendapatkan pengganti yang cocok dan terjangkau, ia memutuskan merancang dan membuat sepatu dengan mandiri. Dari situlah ide untuk membangun brand sepatu sendiri muncul dan tahun 2016 resmi berdiri Pijak Bumi sebagai brand sepatu lokal di Bandung. Nama “Pijak Bumi” sendiri terinspirasi dari konsep “earthing”  artinya berjalan/“menginjak” bumi dengan sadar dan bertanggung‑jawab. Filosofi ini menjadi dasar bahwa produk mereka bukan sekadar sepatu biasa, tetapi sepatu yang meminimalkan dampak terhadap alam dan memberi nilai lebih  baik untuk pengguna maupun lingkungan.

Sejak memulai, Pijak Bumi fokus pada sneakers dan alas kaki untuk kehidupan sehari‑hari yang memadukan desain minimalis dan fungsi praktis. Mereka memiliki dua jenis koleksi, koleksi “evergreen/timeless” yang desainnya tak lekang oleh zaman, dan koleksi “seasonal/terbatas.” Untuk koleksi seasonal, ketika terjual habis tidak diproduksi ulang sama persis. Hal ini mendukung filosofi slow fashion, menghindari over produksi. Selain sepatu, mereka juga kadang menyediakan aksesori dan “small goods” (dompet, tali sepatu, dsb.), dengan material ramah lingkungan. Pijak Bumi sudah dikenal di luar Indonesia, dengan produknya yang tersedia di pasar internasional, dan mereka pernah mengikuti pameran global, sehingga membawa nama Indonesia ke panggung dunia. 

Pijak Bumi bukan hanya membuat sepatu sendirian, mereka aktif berkolaborasi untuk memperluas dampak sosial dan lingkungan. Seperti pada 2023 mereka bekerja sama dengan Le Minerale dalam kampanye daur ulang, Pijak Bumi dengan program Remake #forBetterEarth, dan Pijak Bumi juga menggandeng banyak perajin lokal (Bandung, Semarang, dan daerah lain). Lewat kolaborasi dan komunitas, Pijak Bumi sangat menunjukkan bahwa brand sustainable bisa menggabungkan nilai lingkungan, kreativitas, dan tanggung jawab sosial.


Sumber Instagram PijakBumi
Sumber Instagram PijakBumi

Kriteria Sustainable Fashion

Skor

Produksi yang sadar

10

Material yang ramah lingkungan

10

Desain yang berkelanjutan (berjangka panjang)

9

Desain bertema alam dan sosial

9

Teknik produksi yang etis 

10

Kondisi kerja yang layak 

9

Total 

57

Pijak Bumi adalah brand sepatu lokal Indonesia yang mengusung konsep sustainable fashion dengan komitmen kuat terhadap keberlanjutan lingkungan dan sosial. Melalui produksi yang sadar, mereka menghindari over produksi dan meminimalkan limbah dengan membuat sepatu dalam jumlah terbatas dan menerapkan program daur ulang. Bahan-bahan yang digunakan, seperti katun organik dan kulit nabati, serta sol dari ban bekas, menunjukkan perhatian mereka terhadap material ramah lingkungan yang dapat terurai dan mengurangi sampah industri fashion. Desain sepatu Pijak Bumi dibuat untuk bertahan lama, menghindari tren musiman yang cepat usang. Ini mendukung prinsip slow fashion, yang tidak hanya berfokus pada estetika tetapi juga pada durabilitas dan fungsionalitas. Selain itu, brand ini berfokus pada aspek sosial dengan memastikan kondisi kerja yang adil bagi pengrajin lokal, serta memberikan upah yang layak. Dengan skor tinggi dalam berbagai kriteria keberlanjutan, seperti teknik produksi etis dan desain yang bertanggung jawab, Pijak Bumi berhasil menjadi contoh brand yang tidak hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Pijak Bumi membuktikan bahwa fashion yang ramah lingkungan dan sosial bisa berjalan seiring dengan estetika dan inovasi



SUMBER : 

Comments


Top Stories

  • Instagram
  • Facebook
  • Twitter

© 2023 by Sosiologi Fashion. All rights reserved. Powered by NFashionews

bottom of page